efektifkah coorporate identity anda

Mengefektifkan Corporate Identity

Dalam buku “Membangun Citra Perusahaan”, Siswanto Sutojo (2004:25-27) mengemukakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan desain identitas, yaitu:

 

a.    Identitas singkat tapi jelas. Identitas tidak membingungkan, tidak asal-asalan dibuat, orisinil atau karya asli buatan sendiri, tidak menjiplak, tidak mudah dilupakan. Agar mudah dimengerti dan diingat banyak orang, nama dan logo yang dipergunakan untuk menampilkan identitas harus pendek, mudah dibaca dan dimengerti. Dalam waktu beberapa detik, audiens sasaran harus dapat menangkap arti yang dimaksudkan perusahaan dengan logo tersebut. Lebih ideal lagi apabila dengan melihat logo beberapa detik, audiens sasaran dapat mengingatnya kembali pada kesempatan lain. Logo diharapkan lebih mudah dimengerti dan diingat apabila dilengkapi dengan sebuah slogan yang menarik.

b.    Membawa arti tertentu

Agar audiens sasaran dapat menangkap arti logo atau identitas yang akan mereka pergunakan, pada saat menyiapkan desain logo banyak perusahaan melakukan survai.

c.    Logo dapat dipergunakan secara fleksibel

Logo harus dapat dipergunakan di atas semua jenis bahan atau permukaan. Logo juga harus dapat dicetak dengan baik dalam berbagai ukuran.

d.    Tidak cepat membosankan

Agar audiens tidak cepat bosan melihat atau membacanya, desain identitas perusahaan harus dibuat menarik, tidak membosankan, mudah dibaca, dan sedap dipandang.

 

Tom Brannan (2004:79-80) mengatakan bahwa identitas perusahaan dapat memelihara prospek sebagaimana yang diharapkan suatu perusahaan. Logo dan tipografi dapat dirancang untuk meraih prospek tersebut. Desainnya juga bisa membuat perusahaan kecil tampak besar. Sebuah desain yang baik adalah yang memberikan ruang dalam rancangannya dan desain tersebut akan lebih tampak menyerupai perusahaan yang sudah mapan.

 

Seperti yang dikemukakan M. Linggar Anggoro dalam bukunya Teori dan Profesi Kehumasan serta Aplikasinya di Indonesia sebagai berikut:

Tipe, bentuk, warna-warna logo ternyata dapat melambangkan (atau mengundang penafsiran) nilai-nilai tertentu, tingkatan kebudayaan, serta sikap dan perilaku dari sebuah organisasi. Tipe logo ternyata dapat mengidentifikasikan (memunculkan identitas), dan pada gilirannya identitas itu akan mempersonifikasikan (membentuk sosok tertentu atas suatu lembaga atau perusahaan di mata khalayak/konsumennya).” (Anggoro 2000:291)

Terence A. Shimp (2003:307) mengungkapkan bahwa strategi terbaik untuk meningkatkan kemampuan memuaskan diri dari suatu logo adalah dengan memilih suatu desain yang secara moderat cukup teliti menampilkan lebih dari sekedar gambar yang terlalu simple atau terlalu kompleks. Selain itu, desain-desain natural juga diperlukan untuk menghasilkan respons-respons konsumen yang lebih menguntungkan.

 Corporate’s Advertising

Corporate advertising didefinisikan sebagai sebuah kegiatan komunikasi melalui media yang telah dibayar untuk lebih berupaya dalam memberikan keuntungan bagi citra suatu perusahaan daripada hanya sekedar produk atau jasa yang ditawarkan.

 

Corporate advertising merupakan iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.Corporate advertising akan efektif bila didukung oleh fakta yang kuat dan relevan dengan masyarakat, mempunyai nilai berita dan biasanya selalu dikaitkan dengan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.Corporate advertising  merupakan bentuk lain dari iklan strategis ketika sebuah perusahaan melakukan kampanye untuk mengkomunikasikan nilai-nilai korporatnya kepada publik. Corporate advertising sering kali berbicara tentang nilai-nilai warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada pengawasan mutu, peluncuran merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau mengkomunikasikan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

  

Jenis Corporate Advertising

Ada tiga jenis corporate advertising  yang paling dasar, yaitu:

 

  1. Iklan Citra Korporat (Corporate Image Advertising)

Iklan citra korporat merupakan iklan korporat yang menjalankan fungsi menaikkan citra perusahaan di mata publik baik internal maupun eksternal. Ketika sebuah perusahaan memiliki usaha untuk menaikkan citra perusahaan secara keseluruhan akan mempengaruhi kecenderungan konsumen dalam memilih produk.

  1. Event sponsorship

Sebuah Perusahaan mensponsori event-event tertentu untuk meningkatkan dalam sisi marketing.

  1. Iklan Pembelaan (Advocacy Advertising)

Iklan korporat jenis ini mempunyai misi untuk berusaha menetapkan posisi organisasi pada suatu permasalahan sosial, politik, dan lingkungan yang sangat penting. Iklan pembelaan / sokongan adalah sebuah iklan yang dibuat untuk mempengaruhi opini publik terhadap permasalahan-permasalahan yang menjadi perhatian perusahaan.

 

 

  1. Iklan Berorientasi Sosial (Cause- Related Advertising)

Iklan korporat jenis ini menunjukkan hubungan sebuah perusahaan dengan hal-hal kegiatan sosial seperti memberantas kemiskinan, gerakan pemberantasan buta huruf, mengekang penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Iklan dengan orientasi sosial ini merupakan bagian dari sistem pemasaran yang disebut dengan cause-related marketing.

 Konsep dasar di balik causerelated advertising dan cause-related marketing ini adalah bahwa perusahaan menjadi donatur organisasi non-profit sebagai ganti penggunaan nama perusahaan berhubungan dengan kampanye promosi pada kegiatan sosial. Tujuan dari iklan berorientasi sosial ini adalah menaikkan citra perusahaan sehubungan dengan kegiatan sosial yang didananai oleh perusahaan tersebut.

Tujuan dari Corporate Advertising
Terdapat dua tujuan utama corporate advertising, antara lain :

  1. Menciptakan image positif bagi perusahaan.
  2. Mengkomunikasikan pandangan perusahaan seputar isu-isu sosial, bisnis, dan lingkungan.

Beberapa aplikasi yang spesifik dari corporate advertising meliput;

1.    Mendorong moral karyawan dan memperlancar hubungan dengan buruh.

2.    Membantu meregulasi industri, menenangkan ketidakpastian konsumen dan menjawab pertanyaan investor.

3.    Membantu perusahaan menganganekaragamkan penetapan suatu identitas untuk perusahaan induk daripada semata-mata mempercayakan pada merek dagang.

 

 Studi Kasus

Salah satu perusahaan rokok yang bersaing secara global yaitu PT HM Sampoerna. Merek- merek terkenal telah dikeluarkan oleh PT HM Sampoerna, salah satunya yaitu A mild. A mild merupakan rokok low tar and nicotine pertama di Indonesia. Sejak pertama dipasarkan, A mild mendapat sambutan hangat masyarakat, terutama masyarakat yang semakin sadar kesehatan, tetapi masih mengkonsumsi rokok. Kesuksesan yang didapat A mild mendorong perusahaan lain untuk mengeluarkan rokok low tar and nicotine yang baru seperti Bentoel Mild yang diproduksi PT Bentoel dan L.A Light yang diproduksi PT Djarum.

Hal ini membuat persaingan di pasar rokok low tar and nicotine semakin ketat. Untuk membuat produk rokok tetap survive dan dikenal konsumen selama bertahun-tahun Di pasaran yaitu dengan pemberian merek. Merek atau brand merupakan kelengkapan dari suatu produk dengan produk lainnya yang sejenis, agar kemudian konsumen mengetahui perbedaannya. Pada saat ini, persaingan di dunia marketing bukanlah hanya sekedar price tetapi sudah menjadi battle of brands, di mana perusahaan bersaing untuk meraih brand dominance.

 Untuk memperkuat dan memelihara merek A mild, PT HM Sampoerna aktif melakukan program pemasaran baik melalui jalur above the lineseperti iklan di televisi maupun jalur below the line menjadi sponsor berbagai kegiatan musik dan olahraga. Salah satunya dengan menjadi sponsor tunggal A mild Sound Adrenalin, sebuah acara musik yang sangat besar yang menampilkan penyanyi-penyanyi dan band-band papan atas Indonesia.  

Dengan melakukan kegiatan pemasaran yang gencar diharapkan brand A mild mempunyai brand image atau citra merek yang bagus di pasar. Brand image merupakan sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan melekat di benak konsumen

(Rangkuti, “The Power of Brands”2004:204).

 

Kadangkala  Image sebuah brand atau citra merek tidak sesuai dengan identitas merek yang akan dibangun oleh produsen. Hal ini disebabkan tidak tepatnya proses pembentukan asosiasi -asosiasi yang membentuk citra sebuah merek, seperti elemen merek, harga, promosi, distribusi, personalitas merek yang memanfaatkan karakteristik manusia ke dalam produknya agar memudahkan konsumen mengingat merek tersebut serta member hubungan yang lebih emosional sehingga diharapkan dapat meningkatkan preferensi mereka dalam memilih suatu produk.

 

Sumber Buku :

Kotler P., Armstrong G, 1996. Principles of Marketing, 7th edition. Prentice Hall Inc, Saddle New Jersey

 Shimp, Terence A. 2003. Periklanan dan Promosi. Jakarta : Erlangga. Periklanan Promosi serta mendorong penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham.

Rangkuti, Freddy, 2004, The Power of Brands: Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek (Plus Analisis Kasus dengan SPSS),PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Posted at December 16th, 2015 - 01:59:38
5 latest news
» Utero salah satu advertising terbesar di jawa timur » Pengunjung www.uterogroup.com mencapai (4.667.993) empat juta orang » 18 Strategi Promosi Cerdas » Founder utero advertising, motivator slanker » Omzet akhir tahun mencuat ... See All News »
Desain Adalah Salah Satu Keunggulan Kami data yg kami buat secara inernal penjualan desain dan produk ternyata desain melebihi kapasitas omzet produksi kami. saya menarik kesimpulan bahwa ...
Besok Bos Pembicara Seminar seminar dan kuliah tamu di widyagama jam 9 pagi tgl 9 januari 2010 di kampus widya gama malang ...